Masjid Cologne

Masjid Cologne ini merupakan masjid yang berada di distrik ehrenfeld di kota cologne dengan model pembangunannya dengan gaya usmaniyah serta ada sedikit sentuhan modern pada bagian menara yang tinggi di masjid ini. untuk bangunan masjid tentu peran pembuat kubah juga perlu dan hampir di wilayah yang tersebar di indonesia ini juga banyak yang membuka jasa pembuatan kubah masjid seperti halnya pembuat kubah masjid di jawa timur.

Arsitektur bangunan Masjid Cologne

Untuk membangun sebuah masjid yang memakai arsitektur kubah tentu setiap orang menginginkan agar mereka mendapat harga kubah masjid yang terjangkau dengan kualitas yang baik. Selain itu bentuk dari bangunan masjid juga beragam seperti kubah masjid berbentuk setengah bola. salah satu bentuk bangunan dari Masjid Cologne ini juga unik pasalnya bentuk kubah di masjid ini mirip dengan bentuk bola serta dengan dinding dari bahan transparan.

Luas bangunan dari masjid ini kira kira mencapai 4500 meter persegi dengan daya tampung di ruang sholatnya bisa mencapai 2 ribu sampai dengan 4 ribu jamaah, sehingga masjid ini dikatakan sebagai masjid terbesar yang ada di kota jerman. Selain itu dana untuik membangun masjid ini berasal dari diyanet isleri turk islam birligi atau DITIB.

DITIB ini merupakan suatu organisasi yang ada di bawah kendali kementrian urusan agaman, selain itu juga ditambah dengan dana yang berasal dari pinjaman bank serta dari hasil donasi dari 884 organisasi yang ada di jerman dan ada juga dari dana yang berhasul di kumpulkan oleh gereja st. theodore cologne.Sementar itu untuk arsitek yang mendesain masjid ini merupakan seorang spesialis yang merancang bangunan gereja yakni Paul Bohm.

Rencananya masjid ini akan dilengkapi dengan sebuah menara, bazaar, pintu masuk untuk ke ground floor, ruang kuliah, ruang sholat serta perpustakaan muslim. Dengan menggunakan material glass wall ini sehingga memberikan kesan terbuka untuk masjid ini. Dengan hal tersebut memang telah dirancang sebagai simbol bahwa masjid ini terbuka bagai siapa pun.

Konstroversi Pembangunan Masjid Cologne

Sejak awal saat pembangunan Masjid Cologne ini telah ditentang oleh masyarakat dari kota cologne. Yang mana di dalamnya terdapat seorang pengarang yang bernama ralph giordano, warga sekitar dari kota cologne serta kelompok neo-nazi. Bahkan seorang wakil walikota yakni jorg uckermann juga ikun bersama kelompok penentang tersebut. Perdebatan terbuka tersebut memicu kecaman serta komentar pedas dari para penentang pembangunan masjid ini.

Namun hal yang menarik disebutkan dalam koran setempat yang menunjukkan bahwa 63 persen  respon mendukung pembangunan masjid ini sedangkan 27 persen respon diantaranya hanya ingin mengurangi ukuran bangunan masjid yang akan dibangun. Kontroversi dari penentangan pembangunan masjid ini telah berakhir pada tanggal 28 agustus tahun 2008 dengan hasil dari sebuah pemungutan suara yang dilakukan dewan kota cologne sehingga dari hal itu memenangkan rencana pembangunan masjid tersebut.

Pemungutan suara yang dilakukan ini diikuti oleh seluruh fraksi yang ada di dewan kota kecuali dengan partai demokratik kristen. Dengan keputusan dari dewan kota ini ada aksi protes di luar gedung dewan kota yang dilaksanakan oleh sekitaran 30 orang yang menentang pengesahan tersebut sedangkan ada 100 orang lainnya yang menyambut gembira dengan keputusan dari dewan kota tersebut.

Karena tidak puas dengan keputusan dari dewan kota, selanjutnya aksi protes ini masih berlanjut tapi tanpa adanya izin demontrasi, namun secara spontan pihak polisi membatalkan aksi ini dengan alasan keamanan publik seusai terjadinya kericuhan antara para demontrasi dengan pihak polisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *